Tips Memelihara Kucing Persia Himalaya Yang Benar

Tips memelihara kucing persia himalaya yang benar, saat ini kucing merupakan salah satu jenis hewan peliharaan yang banyak diminati oleh masyarakat. Mereka merupakan hewan jinak yang dapat dijadikan sahabat bagi anak dan juga orang dewasa. Namun, kebersihannya tetap harus terjaga, khususnya jika si doi dijadikan teman bermain anak-anak. Ras kucing persia memang lebih menggemaskan karena mempunyai bulu yang sangat lebat dan halus. Selain itu, mereka mempunyai wajah yang sangat imut-mut, lucu dan akan membuat siapapun menyukainya.

Jenis kucing persia himalaya adalah dihasilkan oleh persilangan antara ras Persia dengan ras Siamese. Persilangan tersebut bertujuan untuk menciptakan ras kucing dengan tipe badan yang sama seperti kucing Persia, namun dengan pola warna seperti kucing ras Siamese. Mereka mempunyai mata berwarna biru dan pola warna point. Jenis kucing ini sangat terkenal karena sifat yang lembut, setia kepada majikan dan tidak galak. Harga dari satu ekornya tentu sangat mahal bahkan apabila sudah pernah di ikut sertakan dalam kontes kucing.

Seorang catlover sejati tentunya akan memberikan perawatan yang terbaik, khususnya bagi kucing lucu kesayangannya. Namun pada dasarnya, mereka akan selalu memberikan perhatiannya pada kucing manapun yang ditemui. Bahkan, tidak jarang mereka mengadopsi kucing-kucing yang berasal dari jalanan karena terlanjur cinta dan sayang.

Memelihara kucing persia maupun jenis lainnya, memiliki banyak manfaat dalam kehidupan manusia, di antaranya sebagai predator dari berbagai hewan pengerat yang sering menjadi musuh para petani. Bahkan dalam sebuah cerita film kartun, terdapat gambaran seekor kucing yang senang mengejar-ngejar hewan pengerat. Apabila warna dan bulunya bagus serta disukai banyak orang yang ingin membelainya setiap saat.

Tips Memelihara Kucing Persia Himalaya Yang Benar



Ada beberapa hal yang harus dilakukan untuk membuat kucing lucu tersebut menjadi lebih sehat dan lebih baik. Maka dari itu, catlover harus tahu hal apa saja yang harus dilakukan pada saat Anda merawat kucing tersebut. Dibawah ini adalah tips memelihara kucing persia himalaya:

1. Cara memelihara kucing persia himalaya yang pertama adalah rutin dan teratur membersihkannya, yakni dengan cara memandikannya minimal 1 kali dalam sebulan, periksa juga kukunya jka sudah panjang maka anda pun dapat memotongnya dengan menggunakan alat khusus. Selain itu, sisir juga bulunya setiap hari dengan menggunakan sisir yang memiliki gigi tidak terlalu rapat namun juga tidak terlalu jarang, hal tersebut akan membantu merawat bulu kucing agar tidak mudah kusut dan menggumpal yang kemudian menjadi penyebab rontoknya bulu-bulu mereka.

2. Perawatan kucing persia himalaya selanjutnya yang juga tidak kalah pentingnya adalah kebersihan kandang, jika hendak menggunakan kandang maka gunakanlah kandang yang terbuat dari bahan alumunium agar tidak berkarat. Sediakan juga kotak pasir di dalam kandang untuk buang air kucing selama mereka berada di dalam, bersihkan kotak pasir tersebut minimalnya 2 kali dalam seminggu lalu semprotkan desinfektan untuk mencegah kuman dan bakteri.

3. Makanan dan minuman yang mereka konsumsi sehari-hari, usahakan makanan yang diberikan merupakan jenis makanan kering seperti makanan kemasan khusus untuk kucing. Sedangkan untuk air minumnya sendiri anda dapat memberikan air putih yang sudah matang dan juga dapat sesekali memberinya susu. Jika kita salah memberikan makanan kepada kucing peliharaan, maka kucing peliharaan kita bisa terkena penyakit. Oleh karena itu, kucing peliharaan kita perlu diberikan makanan bergizi yang menyehatkan, baik makanan alami maupun makanan pabrikan.

4. Tips memelihara kucing persia himalaya yang benar berikutnya Jangan lupa untuk selalu menyempatkan diri bermain dengan kucing persia yang lucu ini sehingga mereka tetap aktif, lincah, bersemangat dan tidak jenuh sehingga secara tidak langsung mempengaruhi kesehatan fisik mereka.

5. Ras kucing himalaya perlu vaksinasi tahunan serta kontrol berkala pada dokter hewan (sekurang-kurangnya 1 kali tiap tahun) untuk menghindari penularan penyakit membahayakan. Vaksin adalah suatu bahan yang menstimulasi produksi antibodi yang memberikan kekebalan terhadap penyakit tertentu. Vaksin dibuat dari agen penyebab penyakit, produknya, atau dibuat dari bahan sintetis penggantinya.

7 Cara Ampuh Mengatasi Kucing Tidak Mau Makan

7 cara ampuh mengatasi kucing tidak mau makan, sebagaimana diketahui bersama, dengan makan dan minum, hewan peliharaan akan mendapatkan asupan yang bermanfaat bagi kesehatan tubuh mereka. Itulah mengapa, apabila tidak makan dalam waktu lebih dari 24 jam maka akan menyebabkan penurunan kondisi tubuh. Tiap catlover pasti menginginkan hewan kesayangannya terlihat berisi dan tampak lincah bermain kesana-kemari. Perasaan gemas dan senang membuat hati begitu bahagia.

Namun semuanya akan berbalik menjadi menyedihkan ketika diketahui bahwa ada virus yang menyerang kucing lucu Anda. Biasanya akan mengalami peningkatan suhu badan menjadi panas, kemudian selera makan hilang. Pada saat inilah, harus banyak minum agar bisa tersaring dan dikeluarkan dalam bentuk urin. Urin yang keluar akan membawa banyak racun dan juga virus. Semakin banyak minum dan mengeluarkan air seni, maka membuat sedikit lebih sehat.

7 Cara Ampuh Mengatasi Kucing Tidak Mau Makan

 

Ketika kucing lucu kesayangan Anda tidak mau makan, tentu akan membuat kepikiran. Sudah pasti menimbulkan kekhawatiran tersendiri bagi catlovers. Kekhawatiran ini terjadi karena pemiliknya tidak mengharapkan kesehatan kucing terganggu karena kurangnya asupan gizi dan vitamin. Penanganan terbaik untuk kucing tidak mau makan adalah mengetahui penyebabnya. Berikut ini beberapa cara untuk mengatasi kucing tidak mau makan:

1. Makan Sedikit Tapi Sering
Cara mengatasi kucing tidak mau makan yang pertama adalah menawarkan makanan dalam jumlah kecil dengan jarak waktu yang sering. Jika kucing sedang sakit, maka cara yang paling baik adalah menawarkan makanan dalam porsi lebih kecil, namun lebih sering. Menawarkan sedikit makanan setiap 3 jam sekali adalah cara yang ideal.

2. Beri Makanan Kesukaan Kucing
Hal yang paling mudah dilakukan yaitu mencoba untuk memberikan makanan yang biasanya paling disukai oleh kucing tersebut. Makanan yang disukai biasanya dapat membantu mengembalikan nafsu makan. Pemiliknya juga dapat memberikan makanan dengan aroma yang disukai oleh kucing. Aroma makanan merupakan stimulator nafsu makan pada kucing. Kucing kehilangan nafsu makan bila ia tidak dapat mencium aroma makanan dengan baik akibat menderita pilek.

3. Coba Ganti Makanan
Kadang-kadang kucing yang sakit tidak suka makan makanan yang biasanya dan harus diberikan sesuatu yang berbeda agar mereka lebih tertarik untuk makan. Dengan mengganti merek atau rasa makanan, Anda mungkin bisa membujuk kucing agar tertarik untuk merasakan makanan. Jika kucing sakit, maka sedikit makanan bisa membuat perbedaan.

4. Makan Bareng Kucing Lain
Cara mengatasi kucing tidak mau makan selanjutnya adalah cobalah untuk memberi makan secara bersamaan dengan beberapa kucing lain sehingga menciptakan adanya elemen kompetisi. Biasanya sih akan terpancing untuk ikut berebut makanan dengan kucing-kucing lain.

5. Panaskan Makanan
Bila kucing mengalami hidung tersumbat, ia akan berhenti makan karena dua alasan: tidak bisa mencium makanan dan sulit makan dengan hidung yang tersumbat. Coba panaskan makanan sebentar (tidak lebih dari 30 detik di dalam microwave) lalu sajikan. Pemanasan akan meningkatkan aroma makanan dan kemungkinan besar merangsang nafsu makan kucing untuk memakannya. Makanan hangat rasanya juga lebih enak.

6. Berikan Asupan Vitamin B

Vitamin B memainkan peranan penting dalam menjaga nafsu makan. Jika tingkat vitamin B, khususnya kobalamin, terlalu rendah di dalam dinding usus atau di dalam aliran darah, maka nafsu makan kucing bisa menurun. Vitamin B mudah diberikan dengan suntikan vitamin B di bawah kulit sebanyak empat kali seminggu. Dosisnya adalah 0,25 ml diberikan dengan suntikan di bawah kulit setiap empat minggu sekali.

7. Berikan Obat Perangsang Nafsu Makan
Cara mengatasi kucing tidak mau makan yang terakhir adalah memberikan Mirtazapine, merupakan obat yang memiliki efek perangsang nafsu makan pada kucing. Ukuran tablet terkecil yang tersedia adalah 15 mg dan dosis per kucing adalah 3,5 mg, sama dengan seperempat tablet. Untuk kucing anakan dengan berat kurang dari 1 kg, maka sangat sulit untuk menentukan dosis yang tepat dan Anda bisa memberikan tablet yang sudah dihancurkan. Dosis ini bisa diulang setiap 3 hari sekali.

Bawalah kucing ke dokter hewan jika ia tidak mau makan lebih dari satu hari. Jika Anda membujuknya untuk makan lagi, tunggulah sejenak ketika ia sudah makan dengan kenyang sebelum memberi makan lagi. Jika Anda terlalu banyak memberi makan, maka akibatnya bisa muntah dan merasa lebih sakit dari sebelumnya.

Cara Gampang Memelihara Kucing Persia Medium

Cara gampang memelihara kucing persia medium, di Indonesia, siapa  yang tidak kenal kucing persia? Kucing ini adalah binatang favorit yang banyak diminati pecinta kucing berbulu panjang. Beberapa sumber mengatakan bahwa kucing persia adalah hasil persilangan antara kucing eropa dan kucing himalayan. Sumber-sumber lain meyakini kucing persia adalah kucing asli Turki. Akan tetapi, informasi-informasi ini belum jelas kebenarannya.

Memelihara kucing lucu yang dibandrol dengan harga mulai dari ratusan ribu hingga jutaan rupiah ini memiliki ciri-ciri fisik yang unik. Bulunya sangat tebal, membuatnya terlihat lebih gemuk dari penampilan aslinya. Bulu tebal dan panjang ini sangat halus, lembut, dan mengembang. Sehingga, banyak orang senang membelainya. Panjang bulu kucing persia bisa mencapai 15 cm.

Mata kucing persia medium yang bulat, besar, dan berjauhan juga menjadi ciri uniknya. Sementara itu, hidungnya yang pesek dan melebar justru menjadi daya tarik tersendiri. Konon, semakin pesek, semakin mahal harga seekor kucing persia. Dengan tubuh bulat dan pendek, kucing persia memiliki julukan sebagai kucing cobby (kucing yang kakinya pendek, kepalanya bulat, dan pundaknya lebar). Sifatnya yang tenang dan cenderung pendiam merupakan nilai lebihnya sebagai kucing rumahan.

Cara Gampang Memelihara Kucing Persia Medium

Kucing persia sekarang sudah mulai ”mendunia”. Iklan-iklan yang Anda cari tentang penjualan kucing ini amatlah mudah dapat Anda temukan di internet. Namun, harga tentu menjadi sesuatu yang kompetitif. Semakin Anda mencari kucing persia yang terawat dan sehat, harga pun akan semakin tinggi, termasuk vaksinasi yang sudah lengkap akan menjadikan harga lebih tinggi. Berikut adalah beberapa cara gampang memelihara kucing persia medium:

1. Dengan bulu yang panjang, kucing persia medium harus disikat (disisir) setiap hari. Ini menjadi perawatan dasar yang harus dilakukan mengingat kucing Persia memiliki kemampuan terbatas untuk merawat bulu mereka sendiri. Idealnya, bulu kucing Persia harus disisir dengan sisir logam dua kali sehari untuk mencegah kusut dan memastikan bulu mereka tetap bersih dan berkilau.

2. Memelihara dengan seka bulu kucing persia medium dengan tisu bayi setiap hari. Tisu bayi ideal digunakan karena selain akan membuat bulu kucing berbau harum, juga tidak akan menyebabkan alergi karena formula tisu bayi yang lembut.

3. Jika bulu kucing persia medium sudah terlanjur kusut, hal terbaik yang dapat dilakukan adalah dengan meminta bantuan profesional. Bulu kusut bisa menyakitkan dan membuat kulit mereka tertarik atau bahkan terluka.

4. Banyak kucing persia medium memiliki masalah dengan saluran air mata mereka. Kucing dengan masalah ini cenderung banyak mengeluarkan air mata. Jika ini yang terjadi, pastikan untuk membeli tisu mata yang sesuai untuk membersihkan mata dan daerah hidung kucing Persia Anda. Hidung yang jarang dibersihkan bisa saja tersumbat sehingga kucing menjadi kesulitan bernapas.

5. Beri makan kucing persia medium dengan makanan yang dikhususkan atau cocok untuk jenis kucing ini. Makanan harus mengandung semua nutrisi yang diperlukan agar kucing Anda selalu berada dalam kondisi prima, penuh energi, serta bulu yang tumbuh indah dan mengkilap.

6. Pastikan Anda memiliki cukup waktu setiap hari untuk bermain dengan kucing Persia Anda. Berikan berbagai mainan yang disukainya. Kucing jenis ini umumnya dipelihara di dalam rumah. Bermain bersama akan membuatnya tetap aktif dan tidak jemu.

7. Kucing persia medium adalah jenis kucing pemilih. Tempat pembuangan kotoran mereka harus dibersihkan setiap hari. Mereka menyukai tinggal di tempat yang bersih dan nyaman.

8. Jika memungkinkan beri jendela kecil atau ruang kosong di sekitar jendela rumah agar kucing Persia dapat berjemur. Berjemur bisa membantu menjaga kesehatan mereka. Kucing persia medium dapat hidup selama 20 tahun.

Tips Melerai Kucing Berkelahi

Tips melerai kucing berkelahi, sebagai binatang yang merupakan karnivora yang sempurna dengan gigi dan saluran pencernaan yang khusus ini bekerja secara efektif seperti halnya gunting untuk merobek daging. Kucing tidak memakan jenis makanan yang mengandung tumbuhan, seperti halnya beruang dan anjing yang bisa memakan buah atau akar sebagai suplemen makanan mereka.

Pada saat mereka berkelahi dan saling menggigit satu sama lain, biasanya hanya sedang bermain-main saja. Namun, kadang-kadang, pertempuran tersebut bisa lepas kendali dan Anda bertanggung jawab menghadapi perkelahian kucing sesungguhnya. Jika perkelahian tampaknya tidak menunjukkan tanda-tanda segera berhenti, penting untuk turun tangan sebelum salah satu kucing terluka.

Jika berada di wilayah netral, kucing biasanya akan menyerang kucing lainnya yang dianggap sebagai hewan asing sehingga hal tersebut mengakibatkan terjadinya perkelahian yang singkat. Mereka biasanya memiliki daerahnya sendiri dan biasanya pula terdapat kawasan netral yang di dalamnya terdapat pengawasan antara kucing yang satu dengan yang lain tanpa disertai dengan konflik.

Luka serius yang terjadi pada kucing lucu ini biasanya disebabkan oleh perkelahian. Reputasinya sebagai hewan penyendiri tidak membuat jenis peliharaan ini tidak membentuk koloni liar. Kucing jantan biasanya lebih aktif dalam perkelahian dibandingkan dengan kucing betina. Namun, kucing betina juga bisa berkelahi untuk melindungi anak-anaknya.

Tips Melerai Kucing Berkelahi

Kucing akan menegakkan bulu pada tubuhnya serta melengkungkan punggung mereka pada saat berkelahi. Hal ini dilakukan untuk membuat mereka tampak lebih besar daripada aslinya. Serangan yang biasanya dilakukan berupa tamparan pada bagian wajah dan tubuh, atau gigitan. Berikut ini adalah tips melerai kucing berkelahi:

1. Menghentikan Perkelahian sebelum Dimulai
Amati bagaimana kucing Anda berinteraksi dengan kucing lain. Apakah kucing Anda mengeong, menerkam, dan menggigit? Seberapa kasar biasanya kucing saat bermain? Jika Anda tahu perilaku yang biasa ditunjukkan kucing Anda di sekitar kucing lain, mengetahui munculnya perkelahian akan lebih mudah.

2. Siram Dengan Air
Air bisa mengalihkan perhatian kucing. Siramkan kucing yang sedang berkelahi menggunakan selang, ember, atau secangkir minuman bersoda jika ada. Hal ini tak akan membahayakan dan seringkali kucing akan pergi, meskipun tubuhnya sedikit basah, namun hal ini tidak menyakitinya. Jika Anda akan mengunjungi taman kucing atau tempat lain di mana terdapat kucing tak dikenal, bawalah botol semprot untuk digunakan dalam keadaan darurat.

3. Buatlah Kegaduhan Kecil
Perkelahian kucing tidak bertahan lama, jadi gunakan apa pun yang tersedia.
-Berteriaklah, entakkan kaki, dan tepuklah tangan – apa pun yang bisa Anda lakukan untuk menarik perhatian kucing.
-Jika memiliki mangkuk kucing atau tempat sampah berbahan logam, Anda bisa memukul-mukul kedua benda ini.

4. Jangan Didekati
Ini mungkin adalah dorongan pertama Anda, namun jika kucing benar-benar berkelahi, kucing akan membalikkan badan dan menggigit mengikuti nalurinya, bahkan tanpa serangan sebelumnya. Jika tubuh kucing kaku dan sudah jelas jika kucing benar-benar berkelahi dan bukan bermain, jangan mengambil risiko mengulurkan tangan Anda.

5. Lemparkan Sesuatu
Lemparkan barang-barang yang tidak membahayakan untuk memisahkan kedua kucing. Carilah sesuatu yang bisa Anda lempar untuk memisahkan kucing. Sepotong kardus besar, potongan tripleks, bantal, sandal, dll. Salah satu dari benda-benda ini bisa digunakan untuk memisahkan kucing tanpa harus menyakitinya. Ingat!!! jangan melempar dengan benda keras seperti batu, balok kayu, martil, besi, bisa-bisa mengenai tubuh kucing dan mati.

6. Bersikap Santai
Kebanyakan kucing berkelahi hanya bertahan sebentar saja. Keuntungan terbesar Anda dalam situasi ini adalah bisa berpikir jernih. Hal paling baik yang bisa dilakukan adalah mengejutkan kucing untuk mengalihkan perhatiannya.

Cara Efektif Merawat Kucing Hamil

Cara efektif merawat kucing hamil, kondisi kucing betina dikatakan hamil jika di dalam rahimnya telah tumbuh janin atau calon generasi baru yang akan dilahirkan. Janin ini berasal dari bertemunya sel jantan dari pejantan yang disebut sperma yang berhasil membuahi sel telur. Janin akan berada pada rahim induk selama kurang lebih 2 bulan sampai nantinya siap untuk dikeluarkan ke dunia ini. Tanda kehamilan awal memang kadang tidak mudah terlihat dari luar. Kadang harus melakukan pemeriksaan secara intensif kepada dokter hewan untuk mengetahui apakah ia hamil atau tidak.

Cara Efektif Merawat Kucing Hamil

 

Kesehatan dari induk kucing yang hamil sangat memengaruhi kondisi dari sang janin di kandungan. Perawatan yang maksimal mendorong sempurnanya berbagai kebutuhan untuk sang janin, baik itu kesehatan secara fisik maupun psikis.Upaya untuk dapat mengandung pun dilakukan, dari cara yang kawin alami hingga medis. Berikut ini adalah cara efektif merawat kucing hamil:

Masa birahi
Kucing betina mengalami masa berahi sekitar empat sampai enam hari setiap tiga minggu sekali. Biasanya, kucing yang berahi lebih berisik dan manja. Kucing betina bisa berahi di usia lima bulan, meskipun rata-rata kucing lainnya minta kawin di usia 10 bulan.

Pencegahan
Jika tidak ingin kucing hamil di usianya yang masih muda, sebaiknya jauhkan kucing betina dan kucing jantan. Namun jika tidak ingin kucing hamil sama sekali, kucing bisa disterilkan. Pencegahan kehamilan pada kucing secara tidak langsung juga bisa menurunkan risiko kanker ovarium. Kucing betina yang disterilkan paling aman dilakukan di usia delapan minggu dan paling lambat enam bulan.

Ciri-ciri kucing hamil
Butuh waktu tiga minggu untuk mengetahui kucing positif hamil atau tidak setelah dikawin. Namun ciri-ciri utamanya adalah puting kucing menjadi lebih merah muda. Kucing hamil juga lebih tenang dan lembut, serta tidak tertarik pada kucing jantan. Kucing hamil tidur lebih lama dan mungkin mual-mual juga seperti manusia. Sekitar perut akan membesar dan konfirmasi pada dokter hewan bisa dilakukan. Masa hamil kucing berkisar selama sembilan minggu.

Usia ideal
Agar kucing lebih siap menjadi 'ibu', sebaiknya jangan biarkan peliharaan kesayangan hamil di bawah usia satu tahun. Jadi meskipun kucing sudah berahi dan bisa hamil di usia enam atau tujuh bulan, namun insting untuk merawat anak belum begitu matang.

Menyiapkan kelahiran
Dua minggu sebelum kucing melahirkan, buat sarang ternyaman bagi peliharaan kesayangan (misalnya kandang dengan tumpukan koran bekas). Taruh kandang di lokasi yang sepi agar kucing tidak stres. Jika masih ragu, kucing mungkin bisa dititipkan ke dokter hewan demi masa persalinan yang lancar.

'Bapak' kucing
Kucing betina suka kawin dengan banyak jantan. Jadi ada kemungkinan bahwa anak-anak kucing yang dilahirkan berasal dari 'ayah' yang berbeda-beda.

Setelah anak kucing lahir, jangan lupa untuk merawatnya dengan baik. Misalnya memberi obat cacing dan disuntik vaksin agar kucing bisa tetap sehat dan lincah.
Diberdayakan oleh Blogger.